10 Situs Bersejarah untuk Mengisi Liburan Anda di Semarang

Posted on

 

 

10 Situs Bersejarah untuk Mengisi Liburan Anda di Semarang

 

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kota Semarang? Sudah pasti gurih dan renyah lumpia khasnya terbayang langsung di kepala Anda, bukan? Kota yang terletak di sebelah utara sekaligus menjadi Ibu Kota Jawa Tengah ini selain menyajikan berbagai tempat liburan untuk keluarga serta sajian lumpia khasnya, ternyata Semarang memiliki destinasi edu-wisata seperti situs-situs sejarah.

 

Sambil menikmati gurihnya lumpia khas Semarang, kunjungilah sepuluh situ sejarah yang ada di Semarang ini. Hanya dengan memesan tiket bus Jakarta Semarang Anda sudah dapat menikmati rentetan kisah sejarah yang diberikan oleh situs-situs ini.

 

Vihara Buddhagaya Watugong

Tempat ini berlokasi di dekat daerah perbatasan Kota Semarang. Di dalam lingkungan vihara ini terdapat patung Buddha dari perunggu. Museum Rekor Indonesia (MURI) menetapkan vihara ini sebagai vihara tertinggi di Indonesia dengan tinggi bagunan Pagoda mencapai 45 meter.

 

Masjid Kauman Semarang

Masjid Kauman yang sekarang disebut Masjid Agung Semarang disebut-sebut sebagai masjid tertua yang ada di Jawa. Saat ini Masjid Kauman sudah tidak orisinil seperti pertama kali dibangun, namun kesan sejarah dan cerita dibalik masjid ini juga masih terjaga. Catatan yang tertera dalam prasasti di gerbang masuk masjid, tertulis dalam bahada Belanda. Masjid ini dibangun pada tahun 1750, masjid ini diyakini sebagai madjid terbesar di Semarang pada zamannya.

 

Kota Lama

Sebagai kota yang pernah menjadi pusay kota kolonial Belanda, tak heran jika Semarang terkenal dengan bangunan peninggalan Belanda yanh cukup bersejarah. Salah satu tempat yang terkenal akan hal itu adalah daerah Kota Lama yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa-Belanda klasik. Salah satu bangunan yang paling dikenal dan ramai dikunjungi adalah Gereja Blenduk, gereja ini dibangun pada tahun 1757.

 

Masjid Layur Semarang

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Semarang yang masih kokoh berdiri. Masjid Layur dibangun pada tahun 1743 oleh penduduk yang sebagian besar adalah warga melayu. Hal unik yang dimiliki masjid ini adalah bentuk bangunan yang kenyal dengan bangunan gaya Timur Tengah, bercampur dengan arsitektur khas jawa. Dari segi keasliannya, Masjid ini masih orisinil dengan sedikit ada perbaikan.

 

Gedung Marba

Anda bisa menemukan gedung ini dengan mudah karena letaknya yang ada di sudut jalan. Gedung yang memiliki 2 tingkat ini dinamai Marba untuk mengenang pemilik gedung Marta Badjunet yang merupakan saudagar kaya asal Yaman. Gedung ini belum dapat dipastikan kapan persis tahun dibangunnya, perkiraan disekitar ada 19. Sayangnya bangunan yang dulu ramai sebagai perusahan pelayaran, kini sepi dan digunakan sebagai gudang saja.

 

Kantor Pos Besar Semarang

Semarang merupakan satu dari tiga kota pelopor jasa pos pertama di Indonesia. Beroperasi semenjak 1862, gedung ini digunakan lembaga pos Belanda untuk melayani jasa pos. Gedung yang didirikan oleh J.P Theben Tervile ini telah mengalami pemugaan pada tahun 1979 oleh pemerintah koya Semarang.

 

 

Pura Giri Natha

Wisatawan dapat menikmati keindahan Kota Semarang di Pura Giri Natha, karena lokasinya yang berada di kawasan perbukitan mebuat suasana menjadi sejuk. Anda dapat menjangakunya hanya dalam waktu 5 menit dari kawasan Simpang Lima Semarang. Pada hari-hari besar agama Hindhu, pura ini selalu ramai pengunjung.

 

Gereja Blenduk Semarang

Gereja ini adalah gereja Kristen yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1753. Gereja ini berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang. Gereja dengan dengan arsitektur romawi ini sekaligus menjadi salah satu landmark Kota Semarang.

 

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang, sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Zheng He. Pada perkembangannya, Klenteng Sam Poo Kong mengalami perubahan benuk setelah dibangun kembali pdah tahun 2002. Nama Sam Poo Kong diambil sebagai kehormatab untuk Zheng He yang berarti leluhur. Di klenteng yang berada di lahan seluas 3,7 hektar tersebut, terdapat klenteng utama.

Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah tempat wisata yang wajib di kunjungi jika kalian sedang berkunjung ke Semarang, apalagi bagi pecinta wisata sejarahm Lawang Sewu yang berarti seribu pintu adalah bekas kantor Netherlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau disingkat NIS. Lawang Sewu dibanhun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Ornamen disini masih orisinil, termasuk kaca patri di salah satu bagian bangunan. Karena nilai sejarah yang dimilikinya, Lawang Seku dijadikan sebagai salah satu dari 10 bangunan kuno yanh harus dilindungi oleh pemerintah kota.

 

Pura Giri Natha

Wisatawan dapat menikmati keindahan Kota Semarang di Pura Giri Natha, karena lokasinya yang berada di kawasan perbukitan mebuat suasana menjadi sejuk. Anda dapat menjangakunya hanya dalam waktu 5 menit dari kawasan Simpang Lima Semarang. Pada hari-hari besar agama Hindhu, pura ini selalu ramai pengunjung.

 

Gereja Blenduk Semarang

Gereja ini adalah gereja Kristen yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1753. Gereja ini berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang. Gereja dengan dengan arsitektur romawi ini sekaligus menjadi salah satu landmark Kota Semarang.

 

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang, sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Zheng He. Pada perkembangannya, Klenteng Sam Poo Kong mengalami perubahan benuk setelah dibangun kembali pdah tahun 2002. Nama Sam Poo Kong diambil sebagai kehormatab untuk Zheng He yang berarti leluhur. Di klenteng yang berada di lahan seluas 3,7 hektar tersebut, terdapat klenteng utama.

Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah tempat wisata yang wajib di kunjungi jika kalian sedang berkunjung ke Semarang, apalagi bagi pecinta wisata sejarahm Lawang Sewu yang berarti seribu pintu adalah bekas kantor Netherlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau disingkat NIS. Lawang Sewu dibanhun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Ornamen disini masih orisinil, termasuk kaca patri di salah satu bagian bangunan. Karena nilai sejarah yang dimilikinya, Lawang Seku dijadikan sebagai salah satu dari 10 bangunan kuno yanh harus dilindungi oleh pemerintah kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *